Cara Menjaga Kesehatan Mata di Tengah Penggunaan Layar
![]() |
| Istirahat sejenak untuk menjaga kenyamanan mata |
Mata terasa pegal, kering, berair, atau pandangan sedikit kabur setelah berjam-jam menatap laptop dan ponsel bukanlah pengalaman yang asing. Pekerjaan, belajar, komunikasi, hiburan, hingga belanja kini banyak dilakukan melalui layar. Akibatnya, mata sering bekerja dalam jarak dekat selama waktu yang panjang.
Penggunaan layar dalam waktu lama dapat berkaitan dengan
digital eye strain atau kelelahan mata digital. Keluhannya dapat berupa mata
lelah, kering, iritasi, sakit kepala, hingga penglihatan kabur. Salah satu
penyebabnya adalah kecenderungan berkedip lebih sedikit saat berkonsentrasi
melihat layar.
Kabar baiknya, menjaga kesehatan mata tidak selalu
membutuhkan perubahan besar. Beberapa kebiasaan sederhana, seperti memberikan
jeda secara berkala, mengatur posisi layar, mengurangi silau, dan lebih sering
berkedip, dapat membantu membuat aktivitas di depan layar terasa lebih nyaman.
Cara menjaga kesehatan mata saat sering menggunakan layar
adalah dengan memberi mata jeda secara teratur, mengikuti aturan 20-20-20,
menjaga jarak dan posisi layar, mengatur pencahayaan, serta membiasakan
berkedip. Jika keluhan mata terus berulang, mengganggu aktivitas, atau disertai
perubahan penglihatan, sebaiknya periksakan mata kepada tenaga kesehatan
profesional.
Mengapa Mata Bisa Lelah Saat Terlalu Lama Melihat Layar?
Saat menggunakan komputer atau ponsel, mata terus
mempertahankan fokus pada objek dalam jarak dekat. Konsentrasi yang berlangsung
lama dapat membuat mata terasa lelah.
Masalah lainnya adalah frekuensi berkedip dapat menurun
ketika seseorang fokus menatap layar. Berkedip berperan penting dalam menjaga
permukaan mata tetap lembap. National Eye Institute menyebut penggunaan
komputer, tablet, atau ponsel dalam waktu lama dapat berhubungan dengan mata
kering karena seseorang cenderung lebih jarang berkedip.
Keluhan yang mungkin muncul antara lain:
- Mata terasa lelah atau berat.
- Mata kering, perih, atau terasa seperti berpasir.
- Mata merah atau berair.
- Penglihatan terasa kabur sementara.
- Sakit kepala.
- Sulit mempertahankan fokus.
Keluhan tersebut tidak selalu berarti terdapat penyakit mata. Namun, jika sering terjadi atau semakin mengganggu, jangan menganggapnya hanya sebagai akibat terlalu lama melihat layar.
Terapkan Aturan 20-20-20
Salah satu kebiasaan yang mudah diterapkan adalah aturan
20-20-20.
Setiap 20 menit, alihkan pandangan Anda dari layar selama
sekitar 20 detik dan amati objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter.
Metode ini direkomendasikan sebagai salah satu cara membantu mengurangi
ketegangan akibat penggunaan layar.
Misalnya, ketika sedang bekerja dengan laptop:
- Bekerja selama sekitar 20 menit.
- Berhenti sejenak dari layar.
- Pandang objek yang jauh selama 20 detik.
- Setelah itu, lanjutkan pekerjaan.
Jangan merasa jeda tersebut membuang waktu. Justru, jeda singkat dapat menjadi kesempatan untuk mengistirahatkan mata sekaligus mengubah posisi tubuh.
Jika sering lupa, gunakan pengingat pada komputer, ponsel,
atau jam kerja sebagai pemicu untuk beristirahat.
Jangan Lupa Berkedip
Berkedip mungkin terdengar terlalu sederhana untuk
diperhatikan. Padahal, gerakan ini membantu menjaga kelembapan permukaan mata.
Ketika fokus membaca dokumen atau menonton video, seseorang
bisa terlalu lama mempertahankan pandangan pada layar. Akibatnya, mata lebih
mudah terasa kering.
Cobalah membiasakan diri untuk:
- Mengedipkan mata secara sadar.
- Mengalihkan pandangan secara berkala.
- Tidak terus-menerus menatap layar tanpa jeda.
- Beristirahat jika mata mulai terasa kering atau tidak nyaman.
Jika mata kering terus berulang, penyebabnya bisa beragam dan tidak selalu berkaitan dengan layar. Kondisi lingkungan, obat tertentu, penggunaan lensa kontak, dan faktor kesehatan tertentu juga dapat berperan.
Atur Jarak dan Posisi Layar
Posisi layar juga berpengaruh terhadap kenyamanan selama
bekerja.
Usahakan layar tidak terlalu dekat dengan wajah. Untuk
komputer, posisi monitor sebaiknya memungkinkan kepala dan leher berada dalam
posisi nyaman, sementara pandangan sedikit mengarah ke bawah. Panduan mengenai
digital eye strain juga menekankan pentingnya jarak dan posisi monitor yang
ergonomis.
Contoh sederhana:
Kurang nyaman:
Laptop terlalu dekat, kepala terus menunduk, dan layar
berada di posisi yang membuat leher tegang.
Lebih nyaman:
Layar berada pada jarak yang wajar, posisi tubuh tegak, bahu
rileks, dan pandangan tidak terus-menerus mengarah ke atas.
Untuk penggunaan laptop yang panjang, penataan meja dan
kursi juga perlu diperhatikan. Kesehatan mata tidak bisa sepenuhnya dipisahkan
dari kenyamanan posisi tubuh saat bekerja.
Kurangi Silau pada Layar
Layar yang terlalu terang bukan satu-satunya masalah.
Pantulan cahaya dari jendela atau lampu juga dapat membuat mata bekerja lebih
keras.
Perhatikan kondisi di sekitar meja kerja. Jika cahaya dari
jendela langsung memantul ke layar, coba ubah posisi monitor atau sumber
cahaya.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Hindari menempatkan monitor tepat berhadapan dengan sumber cahaya yang menyilaukan.
- Sesuaikan kecerahan layar dengan kondisi ruangan.
- Bersihkan layar secara berkala.
- Pastikan tulisan di layar cukup jelas sehingga Anda tidak perlu menyipitkan mata.
- Gunakan pencahayaan ruangan yang nyaman untuk membaca dan bekerja.
Tujuannya bukan membuat layar selalu redup, tetapi menciptakan kondisi visual yang nyaman dan tidak menimbulkan silau berlebihan.
Jangan Terlalu Khawatir tentang Blue Light
Blue light atau cahaya biru dari perangkat digital sering
disebut sebagai penyebab berbagai masalah mata. Namun, penting membedakan
antara ketidaknyamanan akibat penggunaan layar dan klaim bahwa layar komputer
secara langsung merusak mata.
American Academy of Ophthalmology menyatakan tidak ada bukti
ilmiah bahwa cahaya dari layar komputer merusak mata dan tidak merekomendasikan
kacamata khusus komputer hanya untuk alasan tersebut.
Artinya, perhatian utama sebaiknya diarahkan pada kebiasaan
penggunaan layar: durasi menatap layar, jeda, kedipan, posisi tubuh, jarak
pandang, dan pencahayaan.
Jika menggunakan mode layar yang lebih hangat atau redup
membuat Anda merasa lebih nyaman, fitur tersebut dapat digunakan sebagai
pilihan kenyamanan, terutama ketika menggunakan perangkat pada malam hari.
Namun, jangan menganggapnya sebagai pengganti kebiasaan istirahat mata.
Perhatikan Kondisi Ruangan
Lingkungan kerja yang terlalu kering juga dapat membuat mata
lebih mudah terasa tidak nyaman.
Paparan pendingin udara, angin langsung dari kipas, asap,
atau lingkungan dengan kelembapan rendah dapat memperburuk keluhan mata kering
pada sebagian orang.
Karena itu, jika bekerja di ruangan ber-AC, hindari
mengarahkan hembusan udara langsung ke wajah. Bila mata terasa kering berulang,
perhatikan pula kondisi ruangan, bukan hanya durasi penggunaan layar.
Beri Jeda dari Ponsel di Luar Jam Kerja
Masalahnya terkadang bukan hanya delapan jam di depan
komputer. Setelah pekerjaan selesai, mata kembali digunakan untuk bermain gim,
menonton video, membaca media sosial, atau menjelajah internet melalui ponsel.
Akibatnya, waktu istirahat dari layar menjadi sangat
sedikit.
Tidak harus langsung berhenti menggunakan ponsel. Cobalah
membuat beberapa aktivitas tanpa layar, misalnya:
- Berjalan sebentar.
- Berbicara langsung dengan keluarga.
- Membaca buku cetak.
- Melakukan pekerjaan rumah.
- Menikmati waktu makan tanpa ponsel.
- Beristirahat sambil memandang lingkungan sekitar.
Kebiasaan kecil seperti ini membantu memutus rangkaian penggunaan layar yang berlangsung terus-menerus.
Tips yang Bisa Dicoba
Jika ingin mulai menerapkan cara menjaga kesehatan mata
tanpa merasa terbebani, gunakan checklist sederhana berikut:
Saat bekerja:
- Terapkan aturan 20-20-20.
- Berkedip secara sadar.
- Pastikan posisi layar nyaman.
- Kurangi pantulan cahaya pada monitor.
- Jangan bekerja terus-menerus tanpa jeda.
Setelah bekerja:
- Kurangi penggunaan ponsel yang tidak perlu.
- Sisihkan waktu untuk aktivitas tanpa layar.
- Beri kesempatan mata untuk beristirahat.
- Perhatikan jika keluhan mata muncul berulang.
Kuncinya bukan menghindari layar sepenuhnya. Bagi banyak orang, hal tersebut memang tidak realistis. Yang lebih penting adalah membuat kebiasaan menggunakan layar menjadi lebih ramah bagi mata.
Bagaimana Jika Mata Tetap Tidak Nyaman?
Keluhan mata setelah menggunakan layar biasanya dapat
berkurang dengan memperbaiki kebiasaan dan memberikan waktu istirahat. Namun,
jangan mengabaikan keluhan yang menetap atau semakin berat.
Penglihatan kabur, mata merah, rasa sakit, atau keluhan lain
yang berulang dapat memiliki banyak penyebab. Gangguan penglihatan yang belum
dikoreksi juga dapat memperburuk gejala kelelahan mata digital.
Jika keluhan tidak membaik, sering muncul, atau mengganggu
pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, pertimbangkan pemeriksaan mata oleh dokter
mata atau tenaga profesional perawatan mata. Pemeriksaan mata juga dapat
membantu menemukan masalah penglihatan yang mungkin belum disadari.
Perlu diingat, artikel kesehatan seperti ini memberikan
informasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan langsung.
Kesimpulan
Menjaga kesehatan mata di tengah penggunaan layar tidak
berarti harus meninggalkan teknologi. Menjaga kenyamanan mata dapat dicapai
dengan mengikuti aturan 20–20–20, berkedip lebih sering, menjaga jarak layar,
mengurangi silau, dan memberikan jeda dari perangkat.
Yang tidak kalah penting, perhatikan respons tubuh. Jika
mata sering terasa kering, nyeri, kabur, atau mengalami keluhan yang menetap
meskipun kebiasaan penggunaan layar sudah diperbaiki, pemeriksaan profesional
dapat membantu mengetahui penyebabnya.
FAQ
1. Apakah terlalu lama melihat layar membuat mata lelah?
Ya. Stres digital pada mata dapat menyebabkan mata lelah,
kering, iritasi, sakit kepala, atau penglihatan kabur sementara jika Anda
sering menggunakan komputer, tablet, atau ponsel.
2. Apa itu aturan 20-20-20?
Setiap 20 menit, alihkan pandangan Anda dari layar selama
sekitar 20 detik dan amati objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter
3. Apakah kacamata blue light wajib digunakan saat bekerja
di depan komputer?
Tidak. American Academy of Ophthalmology menyatakan belum
ada bukti ilmiah bahwa cahaya dari layar komputer merusak mata dan tidak
merekomendasikan kacamata khusus komputer hanya karena paparan layar.
4. Mengapa mata terasa kering saat melihat layar?
Berkurangnya jumlah berkedip yang terjadi ketika seseorang
berkonsentrasi pada layar adalah salah satu penyebabnya. Faktor lain yang dapat
menyebabkan mata kering adalah udara kering atau hembusan AC.
5. Kapan sebaiknya memeriksakan mata?

Posting Komentar untuk "Cara Menjaga Kesehatan Mata di Tengah Penggunaan Layar"